loading...

TIPS MENANAM CABE DI PEKARANGAN RUMAH

Bagi anda yang menyukai makanan pedas tentu selalu membutuhkan persediaan cabe di rumah. Terutama cabe rawit yang harganya juga selalu berfluktuasi sesuai dengan kondisi pasar dan musim yang sedang terjadi di negara kita, bahkan bila sedang langka harga per kilogramnya bisa menyamai harga daging sapi. Lalu mengapa tidak mencoba menanam pohon cabe rawit sendiri di rumah? Apalagi jika anda hobi bercocok tanam. Nah, pada kesempatan ini Ide Rumahku akan mencoba memberikan tips mengenai cara menanam cabe rawit agar tumbuh subur di rumah, baik itu di dalam pot, polybag maupun di sekitar halaman rumah.



Di dalam ilmu biologi cabe termasuk ke dalam suku terong-terongan(solanaceae) yang mudah ditanam baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Tanaman cabai sangat cocok ditanam pada tanah yang kaya akan humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air. Tingkat pH tanah yang ideal untuk digunakan menanam pohon cabe berkisar antara 5-6, dan suhu optimal yang baik untuk tanaman cabe berkisar antara 24-27 derajat Celcius. Namun tanaman cabe pun masih bisa bertahan jika berada pada suhu lebih dari itu. Sedangkan waktu tanam yang baik untuk lahan kering di Indonesia adalah pada akhir musim hujan yakni sekitar bulan Maret atau April. 


Cara menanam cabe rawit di rumah sangat mudah dilakukan, anda dapat memilih sendiri media tanam yang disukai seperti di dalam pot maupun polybag, atau anda juga bisa menanamnya langsung di tanah pekarangan rumah. Untuk belajar menanam pohon cabe rawit di rumah anda bisa ikuti langkah-langkah berikut ini.


1. Tahap Pembibitan


Persiapan pertama yang harus anda lakukan adalah menyediakan bibit tanaman cabe yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit cabe rawit yang bagus, anda bisa menggunakan metode pemilihan biji cabe sebagai berikut :

Menyeleksi Biji : Rendam biji cabe rawit sejumlah yang diperlukan di dalam air hangat dalam waktu 30 sampai 60 menit. Ambil dan buang biji yang terapung/mengambang di atas air, karena biji ini nantinya tidak akan tumbuh dengan optimal. Kemudian jemur biji cabe yang sudah diseleksi tersebut dengan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Setelah biji cabe rawit benar-benar kering maka biji tersebut siap digunakan pada proses berikutnya yakni penyemaian.

2. Tahap Penyemaian


Sebelum melakukan proses penyemaian biji cabai, terlebih dahulu anda harus mempersiapkan media semai berupa komposisi tanah di bagian atas (top soil)dan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos untuk bagian bawahnya. Top soil sendiri merupakan tanah yang terdiri dari campuran tanah lempung dan pasir. Perbandingan komposisi antara top soil dan pupuk (kompos atau kandang) adalah 1:1. Satu hal yang perlu diingat adalah pupuk tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu dengan cara diayak agar akar biji yang masih lembut dapat menembus media tanah dan menyerap unsur haranya.




Nah, selanjutnya anda bisa melakukan penyemaian biji cabe rawit yang telah melalui proses seleksi diatas. Penyemaian biji cabe rawit dapat dilakukan dengan menggunakan wadah seperti polybag kecil, baki/tray, gelas plastik bekas air minuman, atau secara langsung di petakan tanah. Pilih media/tempat penyemaian yang anda sukai sesuaikan dengan kondisi di sekitar halaman rumah, berikut ini caranya:

Penyemaian menggunakan polybag kecil/gelas plastik : Untuk penyemaian menggunakan polybag atau gelas plastik anda harus mencampur media semai dengan arang sekam dengan rasio 1:1, kemudian baru masukan ke dalam polybag atau gelas plastik hingga memenuhi 3/4 bagiannya. Kemudian buatlah lubang di tengah-tengah polybag atau gelas platik bekas tersebut untuk meletakkan biji cabainya.

Penyemaian menggunakan baki/tray : Masukan media semai berupa campuran tanah ke dalam baki hingga memenuhi 3/4 bagiannya, kemudian padatkan secukupnya (jangan terlalu padat). Lalu buatlah lubang-lubang untuk menanam biji cabe pada tray dengan jarak antar lubang sekitar 7-8 cm.

Penyemaian menggunakan petakan tanah : Pertama-tama buat bantalan tanah, kemudian letakkan media semai yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk tadi diatas bantalan tanah dengan ketebalan sekitar 5-7 cm. Lalu padatkan tanah dan sirami dengan air secukupnya (sampai basah tapi jangan sampai tergenang). Kemudian buat lubang lubang kecil dengan ajarak antar lubang, setelah itu anda perlu membuat tiang bambu dengan tinggi sekitar 30-45 cm pada empat sudut petakan tanah. Lalu pasangkan paranet untuk menutupi area petakan tanah terzebut. Setelah media tanam siap, lalu masukan biji cabe rawit pada setiap lubang. Kemudian tutup permukaan lubang dengan koran bekas atau karung goni. Basahi koran atau karung goni tersebut setiap pagi dan sore hari (gunakan semprotan agar basahnya merata) selam kurang lebih 3-4 hari, sampai muncul benih tanaman cabe. Setelah muncul benih buka koran atau karung goni dan lanjutkan dengan penyiraman benih hingga benih tersebut berumur 3-4 minggu atau tanaman sudah memiliki 4 helai daun, itu tandanya benih cabe rawit sudah siap untuk dipindahkan. 

3. Tahap Penanaman

Langkah terakhir cara menanam cabe rawit di rumah yaitu memindahkan benih cabe dari tempat penyemaian ke dalam area tanam yang anda inginkan. Jika pekarangan anda cukup luas maka anda bisa menanamnya langsung di tanah pekarangan tersebut. Namun jika lahan bertanah di rumah anda terbatas, maka polybag atau pot berukuran sedang hingga besar pun bisa menjadi alternatifnya.




Menanam cabe rawit di dalam pot atau polybag : Anda bisa menggunakan pot yang terbuat dari bahan plastik, tanah liat, atau keramik yang bagian dasarnya memiliki lubang untuk saluran pembuangan air. Anda juga memerlukan media tanam lain sebagai campuran tanah yaitu arang sekam dengan komposisi 1:1. Masukan kedua bahan media tanam tersebut ke dalam pot atau polybag kemudian padatkan secukupnya, lalu buatlah lubang di tengah-tengah pot dengan kedalaman sekitar 20-25 cm. Pindahkan satu buah benih cabe rawit dari tempat penyemaian, perhatikan akar benih tanaman cabai tersebut jangan sampai ada bagian yang patah. Letakkan bibit cabe rawit tersebut di tengah-tengah lubang, atur posisi akar hingga tersebar merata, kemudian tutup akar benih tanaman cabe dengan seluruh media media tanam hingga cukup padat. Siram bagian tanah dengan air sampai sangat basah.

Menanam cabe rawit di tanah pekarangan rumah : Buatlah lubang sedalam 25-30 cm dengan diameter berukuran sama. Masukan media tanam (komposisi sama seperti media penyemaian) hingga memenuhi 1/3 isi lubang, lalu padatkan secukupnya. Untuk proses selanjutnya pada prinsipnya sama dengan cara menanam cabe rawit di dalam pot atau polybag. 

Setelah proses penanaman selesai, supaya tanaman cabe tersebut dapat tumbuh dengan subur, maka Anda harus memeliharanya dengan baik dan telaten. Lakukan penyiraman secukupnya, yakni dengan intensitas sebanyak 3 hari sekali atau jika sedang musim kemarau (panas matahari terik) bisa dilakukan setiap hari.
sumber http://ide-rumahku.blogspot.co.id/
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TIPS MENANAM CABE DI PEKARANGAN RUMAH"