loading...

ASAL USUL LAHIRNYA MUSIK KERONCONG

loading...
http://danahauses.blogspot.com/2016/11/asal-usul-lahirnya-musik-keroncong.html
ASAL USUL LAHIRNYA MUSIK KERONCONG


Musik dikenal sebagai bahasa universal yang dikenal oleh seluruh bangsa di dunia. Ada beribu ribu macam dan jenisnya. Sudah menjadi bagian dari sejarah panjang budaya manusia. Dalam hal ini Indonesia tak terkecuali, dengan suku dan kebudayaaan yang majemuk, musik daerah atau tradisionalnya menjadi bagian identitas bangsa secara keseluruhan. Keroncong satu dari sekian banyak musik tradisi Indonesia yang memikat banyak orang asing untuk mempelajarinya, bahkan diklaim negeri tetangga sebagai budaya asli mereka. Peringatan untuk generasi muda Indonesia untuk lebih peduli dengan kesungguhan menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa ini. 

LAHIRNYA KERONCONG 
Abad ke 16 kawasan kepulauan Nusantara masih berupa kerajaan kerajaan kecil berdasarkan kesukuan yang tersebar dari Sumatera sampai Papua, banyak bangsa asing yang datang pada mulanya berniaga. Tak terkecuali bangsa kulit putih dari Eropa,datang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka punya, dengan mudahnya orang orang kulit putih ini menguasai kawasan kepulauan Khatulistiwa ini. Para pelaut Belanda dan Portugis saling berebut pengaruh di daerah yang mereka klaim sebagai wilayah taklukan mereka. Banyak opsir dari Portugis datang dengan membawa budak budak dari goa (India) dan Maluku, Di kala senggang mereka memainkan musik Fado yang ditenggarai sebagai pengaruh awal dari musik keroncong

Pada tahun 1641 Belanda berhasil menguasai hampir seluruh wilayah yang terbentang dari malaka sampai Maluku, sehingga pengaruh Portugis dipastikan habis, tapi ada suatu wilayah kecil di utara Batavia dekat dengan Sunda Kelapa bernama desa Toegoe. Wilayah tersebut didiami oleh komunitas orang orang yang menjadi bekas budak orang Portugis yang disebut mardjikers atau secara literatur disebut orang yang dibebaskan dari pajak pemerintahan kolonial. Hal ini berlaku karena orang orang tersebut yang tadinya beragama Katolik Roma sesuai agama mayoritas orang Portugis, dirubah menjadi agama Kristen Protestan sesuai agama resmi pemerintahan kolonial Belanda waktu itu. Para kaum mardjikers tetap mempertahankan budaya Portugis dari bahasa sampai tradisinya. Musik fado yang mempengaruhi tradisi bermusik orang di kampung Toegoe yang berinstrument dasar gitar dan ukulele terus mereka mainkan, dikembangkan dengan penyesuaian tradisi yang mereka punya. Sehingga selama lebih dari 3 abad semenjak adanya komunitas mardjikers, musik yang disebut keroncong Toegoe tetap terjaga, dan pada masa-masa awal inilah dikenal sebagai masa Keroncong Tempo Doeloe yang dikenal dengan Keroncong Stambul yang dimainkan saat pementasan sandiwara yang dikenal komedi Stambul, istilah tersebut diambil dari nama ibukota Turki Istambul. 

KERONCONG BERTAHAN DARI MASA KE MASA

 Ketika peralihan keabad 19 mereka orang orang kampung Toegoe ini menginovasi musik tradisi dengan memainkannya bercampur pengaruh gaya musik langgam Jawa yang bisa mereka dengar pada saat penyelenggaraan Festival Gambir yang diadakan oleh pemerintahan kolonial. Musik yang mereka mainkan juga disukai oleh orang orang Belanda dan Eropa umumnya di Batavia. Mereka memainkan musik itu di berbagai tempat seperti Passer Baroe (sekarang Pasar Baru) untuk kalangan orang Eropa dan khalayak luas pada umumnya. 
Pada awal abad 20 musik yang mereka mainkan menjadi penanda atau ikon masa keroncong abadi , tahun 1935 ditandai dengan Kusbini mengaransemen musik asal Moresco Portugis yang diadaptasi olehnya menjadi krontjong moresco yang kemudian menjadi komposisi keroncong pertama yang ditulis. Lalu pada tahun 1940 musisi keroncong lain asal Solo, Gesang (alm.) menciptakan suatu komposisi keroncong yang legendaris berjudul ‘Bengawan Solo’, julukan ‘ buaya keroncong’ disematkan kepada beliau oleh para insan keroncong Indonesia bisa dan juga sebagai perintis jenis langgam keroncong yang menjadi produk budaya Indonesia yang kemudian disebut keroncong. Pada masa ini dikenal 3 jenis keroncong yaitu; Langgam keroncong yang divariasikan dengan alat musik tradisional Jawa seperti seperangkat gamelan dan seruling. Stambul keroncong yang memilki syair seperti pantun dan sudah terlebih dahulu eksis, dan yang ketiga keroncong asli seperti bentuk semula ketika di kembangkan oleh orang orang kampung Toegoe. Seperti lagu yang berjudul Tirtonadi, Di bawah sinar bulan purnama, Sala di waktu malam, Rindu Malam Jauh di mata dan beberapa lagu lain menjadi syair syair keroncong yang abadi. 

KERONCONG MODERN

 Tahun 1959 ditandai sebagai awal masa keroncong modern, yang dimulai dengan berdirinya Yayasan Tetap Segar di bawah pimpinan bapak Brigjen. Sofyar yang memperkenalkan keroncong pop atau keroncong beat. Karena waktu itu musik popular modern dari Barat seperti rock n’roll, pop sedang sangat digemari oleh kalangan muda. Tetapi juga musik daerah Na So Nang Da Hito dari batak, Pileuleuyan dari jawa Barat dikombinasikan oleh Yayasan Tetap Segar dengan musik keroncong modern. Lalu pada sekitar tahun 1968 di daerah Gunung Kidul Yogyakarta musisi Manthous memper-kenalkan jenis lain dari langgam Jawa yaitu Campursari bentuk lain keroncong dengan gamelan dan kendang, juga ditambah dengan instrument modern seperti bass gitar, organ, juga dilengkapi dengan saxophone dan terompet. Memasuki dekade berikutnya keroncong tetap bertahan meski tidak pernah masuk ke dalam arus utama industri musik di Indonesia, nama nama seperti Waljinah yang legendaris sebagai penyanyi tembang Langgam Jawa dan juga keroncong, atau Soendari Soekotje yang dikenal sebagai penyanyi keroncong pop. Keroncong juga digunakan sebagai media untuk menyebarkan ajaran kasih Tuhan, tapi sayangnya saat ini yang dikenal membawakannya baru seorang Mus Mulyadi, seorang penyanyi langgam langgam Jawa yang terkenal mencoba menggubah lagu lagu hymne dan juga lagu lagu Kristen populer dengan iringan musik dan cengkok khas keroncong. Usaha yang patut di apresisai agar warisan budaya bangsa bisa terus terjaga sekaligus memberitakan Kasih Tuhan melalui musik Keroncong. 
 Sumber : www.majalahpraise.com
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ASAL USUL LAHIRNYA MUSIK KERONCONG"