loading...

MENGENAL BAGIAN-BAGIAN MESIN BUBUT BERDASARKAN FUNGSINYA

loading...
Mesin bubut merupakan jenis mesin yang sering bahkan paling banyak digunakan pada tiap-tiap bengkel di bidang pemesinan. Salah satu yang sering menggunakan mesin ini adalah perusahaan atau industri yang bergerak dibidang manufaktur.

Karna banyaknya penggunaan mesin bubut ini maka banyak sekali sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memasukannya keilmuan ini untuk pilihan jurusan dan kurikulumnya. Pada artikel ini saya akan menjelaskan dan menjabarkan bagian-bagian pada mesin bubut standar.


Untuk dapat dioprasikan secara maksimal maka mesin bubut harus memiliki bagian-bagian yang standar yang telah ditetapkan. Bagian-bagian pada mesin bubut antara lain seperti :

1) KEPALA TETAP (HEAD STOCK)


Head stock atau yang biasa disebut dengan kepala tetap, terdapat spindel utama mesin bisa kita lihat gambar diatas yang berfungsi sebagai dudukan beberapa perlengkapan mesin bubut. Perlengkapan mesin bubut pada spindel utama diantaranya :
  • Cekam (Chuck)
  • Kollet
  • Senter tetap
  • Pelat pembawa rata (Face plate)
  • Pelat pembawa berekor (Driving plate)
  • Alat-alat atau perlengkapan yang disebutkan diatas dipasangkan pada spindel utama pada mesin bubut yang berfungsi sebagai pengikat atau penahan benda kerja yang akan dikerjakan pada mesin bubut tersebut.
Contoh cekam (chuck) yang dipasang pada spindle utama

Didalam konstruksi kepala tetap terdapat roda pully yang dihubungkan dengan motor penggerak seperti contoh gambar dibawah ini.


Dengan tumpuan poros dan mekanik lainnya, pully dihubungkan dengan poros spindel dan beberapa susunan dari transmisi mekanik di dalam gear box. Bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.


Pada susunan transmisi mekanik dalam gear box tersebut terdapat beberapa komponen diantara lain seperti :
  • Roda gigi dan poros tumpuannya
  • lengan penggeser posisi roda gigi
  • susunan-susunan mekanik lainnya
  • Susunan transmisi mekanik diatas berfungsi sebagai pengatur kecepatan pada putaran mesin (RPM) , kecepatan pemakanan, dan arah pemakanan. Susunan mekanik didalam gear box dihubungkan dengan beberapa tuas/handle dibagian sisi luarnya.
Tuas/handle dirancang dan dibuat sedemikian rupa agar seorang operator mesin bubut dipermudah dan praktis, untuk menjangkau dalam menggunakan/mengatur dan merubah tuas/handle tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Pada setiap mesin bubut dengan merk atau pabrikan yang berbeda, pada umumnya memiliki posisi dan konstruksi tuas yang berbeda pula. Walaupun memiliki posisi konstruksi tuas/handle yang berbeda, pada dasarnya prinsip kerja dan fungsinya sama.

2) KEPALA LEPAS (TAIL STOCK)


Tail stock atau yang biasa disebut dengan kepala lepas berfungsi sebagai dudukan seperti :
  • Senter putar (rotary centre)
  • Senter tetap
  • Cekam bor (Chuck drill)
  • Mata bor bertangkai tirus
  • Senter putar (rotary centre) atau senter tetap dipasangkan pada kepala lepas dengan tujuan untuk mendukung ujung benda kerja agar putarannya dapat stabil. Cekam bor (chuck drill) dipasangkan pada kepala lepas bertujuan untuk melakukan proses pengeboran pada benda kerja.
Untuk dapat melakukan dorongan senter tetap/senter putar pada saat digunakan untuk menahan benda kerja dan melakukan proses pengeboran pada kedalaman tertentu sesuai dengan pekerjaan, maka kepala lepas dilengkapi dengan roda putar yang disertai skala garis ukur (nonius) dengan ketelitian antara 0,01mm sampai 0,05mm. Lihat contohnya pada gambar dibawah ini.


Kepala lepas ini dapat digeser sepanjang alas (bed) pada mesin bubut, tinggi senter kepala lepas sama dengan tinggi senter kepala tetap. Kepa lepas ini terdiri dari 2 bagian yaitu alas dan badan, yang diikat denga 2 buah baut pengikat yang dapat digeser untuk keperluan kedua senter terpusatatau tidak sepusat pada saat membuat bubut tirus.

3) ALAS ATAU MEJA MESIN (BED MACHINE)


Bed machine atau alas mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas,eretan,penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan pada benda kerja pada saat proses pembubutan.

Bentuk dari alas/meja mesin bubut bermacam-macam, ada yang berbentuk datar dan ada pula yang salah satu ataupun kedua sisinya memiliki ketinggian tertentu. Selain itu meja mesin bubut memiliki permukaan yang sangat halus dan rata dan kedataran serta kesejajaranya dengan ketelitian yang sangat tinggi.

Ketelitian yang sangat tinggi membuat gerakan kepala lepas dan eretan memanjang diatasnya pada saat melakukan penyayatan dapat berjalan lancar dan stabil. Hal ini membuat hasil pembubutan yang presisi, namun apabila alas ini sudah rusak atau aus akan mengakibatkan hasil pembubutan yang tidak baik dan sulit mendapatkan hasil pembubutan yang sejajar.

4) ERETAN (CARRIAGE)


Carriage atau biasa disebut dengan eretan terdiri dari tiga bagian/element diantaranya seperti :

Eretan memanjang

Eretan memanjang berfungsi untuk melakukan gerakan pemakanan/pengikisan pada arah memanjang mendekati atau menjauh spindel mesin. Secara manual atau otomatis sepanjang meja/alas mesin bubut dan sekaligus sebagai dudukan eretan melintang.

Eretan melintang

Eretan melintang (cross carriage) berfungsi untuk melakukan gerakan pemakanan/pengikisan arah melintang mendekati atau menjauhi sumbu senter. Secara manual/otomatis dan sekaligus sebagai dudukan eretan atas.

Eretan atas

Eretan atas (top carriage) berfungsi untuk melakukan pemakanan secara manual kearah sudut yang dikehendaki sesuai dengan penyetelannya. Bila diperhatikan dari konstruksinya, eretan melintang ini bertumpu pada eretan memanjang dan eretan atas bertumpu pada eretan melintang. Dengan demikian apabila eretan memanjang digerakkan, maka eretan melintang dan eretan atas juga ikut bergeser.

Pada eretan memanjang dan melintang, dalam memberikan pemakanan dan mengatur kecepatan pemakanan dapat diatur menggunakan skala garis ukur (nonius) yang memiliki ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya.

Pada umumnya untuk eretan memanjang memilki ketelitian skala garis ukurnya lebih kasar bila dibandingkan dengan ketelitian skala garis ukur pada eretan melintang, yaitu antara 0,1 s.d 0,5 mm dan untuk eretan melintang antara 0,01 s.d 0,05 mm.

Skala garis ukur (noniuos) ini diperlukan untuk dapat mencapai ukuran suatu produk dengan toleransi dan suaian yang terdapat pada gambar kerja. Lihat gambar contoh dibawah ini :


5) POROS TRANSPORTIR DAN POROS PEMBAWA 


Poros transportir adalah sebuah poros berulir berbentuk segi empat atau trapesium dengan jenis ulir whitehworth (inchi) atau metrik (mm), berfungsi untuk membawa eretan pada waktu pembubutan secara otomatis, misalnya pembubutan arah memanjang/melintang dan ulir. Poros transporter untuk mesin bubut standar pada umumnya kisar ulir transportirnya antara dari 6 ÷ 8 mm.

Poros pembawa adalah poros yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan dalam proses pemakanan secara otomatis.

6) TUAS ATAU HANDLE


Tuas/ handel pada setiap mesin bubut dengan merk atau pabrikan yang berbeda, pada umumnya memiliki posisi/letak dan cara penggunaannya. Maka dari itu, didalam mengatur tuas/handel pada setiap melakukan proses pembubatan harus berpedoman pada tabel-tabel petunjuk pengaturan yang terdapat pada mesin bubut tersebut.

7) PENJEPIT ATAU DUDUKAN PAHAT



Penjepit/pemegang pahat (Tools Post) digunakan untuk menjepit atau memegang pahat. Bentuknya atau modelnya secara garis besar ada dua macam yaitu, pemegang pahat standar dan pemegang dapat dosetel (justable tool poss).

Dudukan pahat standar
Pengertian rumah pahat standar adalah, didalam mengatur ketinggian pahat bubut harus dengan memberi ganjal sampai dengan ketinggiannya tercapai dan pengencangan pahat bubut dilakukan dengan dengan cara yang standar, yaitu dengan mengencangkan baut-baut yang terdapat pada pemegang pahat. 


Pemegang pahat standar, bila dilihat dari dudukannya terdapat dua jenis yaitu, dudukan pahat satu dan empat. Pemegang pahat dengan dudukan satu, hanya dapat digunakan untuk mengikat/menjepit pahat bubut sebanyak satu buah, sedangkan pemegang pahat dengan dudukan empat dapat digunakan untuk mengikat/menjepit pahat sebanyak empat buah sekaligus, sehingga bila dalam proses pembubutan membutuhkan beberapa bentuk pahat bubut akan lebih praktis prosesnya bila dibandingkan menggunakan pemegang pahat dudukan satu.

2.Dudukan pahat dapat disetel 

Pengertian rumah pahat dapat disetel adalah, didalam mengatur ketinggian pahat bubut dapat disetel ketinggiannya tanpa harus memberI ganjal, karena pada bodi pemegang pahat sudah terdapat dudukan rumah pahat yang desain konstruksinya disertai kelengkapan mekanik yang dengan mudah dapat menyetel, mengencangkan dan mengatur ketinggian pahat bubut.



Jenis pemegang pahat dapat disetel ini bila dilihat dari konstruksi dudukan rumah pahatnya terdapat dua jenis yaitu, pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buahdan pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah lebih dari satu/ multi.

Untuk jenis pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah, karena hanya terdapat dudukan rumah pahat satu buah apabila ingin mengganti jenis pahat yang lain harus melepas terlebih dahulu rumah pahat yang sudah terpasang sebelumya. 

Sedangkan untuk jenis pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat lebih dari satu (multi), pada rumah pahatnya dapat dipasang dua buah atau lebih rumah pahat, sehingga apabila dalam proses pembubutan memerlukan beberapa jenis pahat bubut akan lebih mudah dan praktis dalam menggunakannya, karena tidak harus melepas/membongkar pasang rumah pahat yang sudah terpasang sebelumnya.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENGENAL BAGIAN-BAGIAN MESIN BUBUT BERDASARKAN FUNGSINYA"