loading...

Seberapa Amankah 'Odol' yang Anda Gunakan?

Seberapa Amankah 'Odol' yang Anda Gunakan?

Lantaran termasuk kosmetik, titik kritis kehalalan odol ada di flavour, emulgator, emulsifier, pemanis, hingga pewarnanya.

Odol sebenarnya adalah merek pasta gigi asal Jerman yang pertama kali muncul di Indonesia. Masyarakat menggunakan pasta gigi atau odol untuk membersihkan gigi dengan bantuan sikat gigi.

Tentu saja, semua orang mendambakan punya gigi yang sehat dan putih cemerlang. Rasulullah sendiri memakai siwak untuk membersihkan giginya. 

Sekarang, seiring perkembangan zaman, pasta gigi sudah punya bermacam manfaat. Mulai dari memutihkan gigi, hingga merawat gigi sensitif. 

Kepada Republika, di Jakarta, Auditor LPPOM MUI Drs Chilwan Pandji Apt MSc, menjelaskan ada dua fase produksi pasta gigi, yakni cair dan lemak. 

Untuk menyatukan kedua bahan tersebut dibutuhkan emulsifier atau pengental. Bahan pengental ada yang terbuat dari hewani dan tumbuhan.

Jika bahan dari tumbuhan yang menjadi pilihan, aman bagi umat Islam. Sebaliknya, bahan pengemulsi yang diambil dari hewan harus ditelusuri apakah dari hewan halal atau tidak. 

Bila bahan dasarnya berasal dari babi, ini bisa berdampak pada keharaman pasta. “Titik kritis dari pasta gigi adalah bahan pengemulsinya,” kata Pandji.

Ada juga pasta gigi yang memilih bahan pengemulsi dari hewan, selain babi. Walaupun jenis hewannya halal, harus ditelusuri proses penyembelihannya. 

Karena, kata lulusan Farmasi ITB ini, jika penyembelihannya tidak sesuai syariat, hukumnya sama dengan memakan bangkai.

Untuk mengetahui bahan emulsi pasta gigi dari bahan halal atau haram, tidak bisa dirasakan, apalagi dilihat secara kasat mata. 

Caranya, melalui penelusuran bahan-bahan yang digunakan di pasta gigi. Oleh karena itu, Pandji mengingatkan, untuk lebih amannya pilih pasta gigi yang sudah mencantumkan label halal karena telah melalui penelitian LPPOM MUI.

Selain bahan emulsi, sejumlah kalangan juga merisaukan penggunaan sejumlah zat tambahan, seperti pemanis, fluorit, kalsium, ataupun pemutih dalam pasta. 

Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB ini menjelaskan, bahan-bahan tersebut aman. Ia menjelaskan, seperti kalsium, memang ada yang dibuat dari tulang. 

Tetapi, untuk kategori produksi ini terbilang sulit. Karenanya, produsen memilih menghindarinya. Sebagai gantinya, kalsium menggunakan bahan dari kapur.

Sementara, pemanis yang dulu sering dipakai, yaitu xylitol kain, kini pemakaiannya kian ditinggalkan oleh produsen. Bahan ini bisa berasal dari mikrobia atau berasal dari zat kimiawi. 

Xylitol sendiri digunakan untuk mengurangi karang gigi dalam kandungannya di pasta gigi. Lantaran harganya meroket, produsen beralih ke bahan pemanis dari ekstraksi serat jagung, sehingga aman.

Untuk gel di pasta gigi, bahannya berasal dari rumput laut. Sedangkan, penyegar yang ada di pasta gigi ditambah dengan mint. Bahan mint ini dari mentol yang termasuk kelompok alkohol, tapi bukan etanol, sehingga aman aman dipergunakan.

Karena pasta gigi termasuk kosmetik, titik kritis inilah yang perlu diperhatikan. Flavour, emulgator, emulsifier, pemanis, hingga pewarnanya musti diketahui asalnya. 

Apakah sumbernya halal atau tidak. Masyarakat Muslim dianjurkan memilih dan menggunakan produk pasta gigi yang telah mengantongi sertifikat halal. Ini untuk mencegah Muslim jangan sampai mengonsumsi produk yang tidak halal untuk kesehatan giginya.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seberapa Amankah 'Odol' yang Anda Gunakan?"