CARA MENYELAMATKAN DIRI KETIKA GEMPA BUMI

Gempa seolah tidak habis dibicarakan beberapa bulan terakhir ini. Mulai dari gempa Tasikmalaya yang dirasakan sampai Jakarta dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa. Gempa Padang, Pulau Sumatera, dan yang terakhir yang terjadi di Ujung Kulon beberapa waktu yang lalu. Meskipun sudah sering kali dibicarakan bahwa oleh para ahli BMG bahwa Indonesia memang rawan gempa bumi, tetapi setiap kali gempa terjadi seolah menjadi topik yang selalu ramai dibicarakan. Tidak hanya di televisi, radio, media internet sampai di situs-situs jejaring sosial. Forum, twitter, facebook, ramai membicakan gempa yang terjadi.

Masih ingat dalam pikiran saya ketika saya harus lomba turun tangga dari lantai 15 di gedung tempat saya bekerja karena gempa yang berpusat di Tasikmalaya. Saya merasa begitu kaget ketika tahu goyangan tersebut adalah gempa bumi. Ketika saya melihat gedung sebelah yang bergoyang bagai pohon kelapa yang melambai tertiup angin di pantai, saya baru benar-benar yakin bahwa ini memang gempa bumi. Semua yang ada di dalam kantor panik dan memutuskan untuk mengevakuasi diri turun melalui tangga darurat. Lebih memanikkan lagi karena gedung tempat saya bekerja berlaintai 21 dan di tangga darurat sudah berdesakkan bergegas turun.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, untuk gempa yang berpusat di Ujung Kulon saya lebih tenang menghadapinya. Mengingat ukuran gempa bumi yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu lama. Berikut saya berikan beberapa tips menyelamatkan diri dari gempa bumi jika anda berada di lantai tinggi:
  1. Bila gempa bumi terjadi sedangkan anda berada di lantas atas dan berada dalam ketinggian tertentu, jangan panik dan jangan turun dengan menggunakan lift atau tangga darurat. Kenpa? Karena tangga darurat hanya diciptakan untuk menyelamatkan diri ketika evakuasi kebakaran. Oleh sebab itu, turun tangga ketika gempa bumi justru akan membahayakan nyawa kita karena struktur tangga yang diguncang gempa justru dikhawatirkan roboh dan menimpa orang-orang yang menuruni tangga.

  2. Jauhkan diri anda dari hal-hal yang mudah pecah, benda berat yang membahayakan, seperti kaca jendela, rak, atau lemari kaca.

  3. Ketika gempa terjadi, bersembunyilah di bawah meja yang memiliki struktur kuat. Hal ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari timpaan benda keras yang terjadi akibat gempa bumi.

  4. Apabila tidak ada meja yang cukup kuat untuk dijadikan tempat bersembunyi, pergilah ke pojok ruangan. Hal ini berfungsi karena pojok ruangan biasanya struktur bangunannya dibuat jauh lebih kuat. Berjongkoklah di pojok ruangan dengan melindungi bagian tubuh seperti kepala dengan barang-barang tertentu seperti tas, atau buku besar agar ketika hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi petugas lebih mudah mengevakuasi diri kita.

  5. Ketika gempa sudah mulai reda, segeralah turun ke lantai bawah untuk menghindari hal-hal lain yang lebih buruk atau menghindari kemungkinan gempa susulan yang lebih besar terjadi.

sponsor artikel

0 comments: